Anies Baswedan Larang Pasang Reklame Rokok, Ketua APRINDO: Bukannya Didukung Malah Ditekan

Nadzim Asy'ari - Jumat, 24 September 2021, 6:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies BaswedanAnies Baswedan Larang Pasang Reklame Rokok, Ketua APRINDO: Bukannya Didukung Malah Ditekan/@aniesbaswedan

FIXBLITAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang pemasangan reklame dan display rokok ataupun kemasannya di tempat berniaga.

Hal itu membuat para pengusaha rokok mengeluh. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebut kebijakan ini akan berdampak luas.

Penjualan rokok dan pertumbuhan hasil industri tembakau akan merasakan dampak dari ditetapkannya kebijakan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Baca juga: CATAT! Berikut 16 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022

Menurut Tutum, aturan ini juga kurang tepat dan tidak beralasan kuat karena rokok yang dijual toko bukan barang ilegal dan pemerintah mengizinkan peredarannya dengan pengenaan cukai.

“Padahal sebelum ini juga sudah sangat dibatasi dan kami semua patuh. Semua sudah ada aturan perdagangannya termasuk kewajiban seperti pajak yang kami patuhi,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu 22 September 2021 lalu.

Dia menilai larangan ini juga akan menekan roda perekonomian yang saat ini masih jauh dari normal karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Guru, Dosen UNISBA Blitar Gelar Pendampingan Pembuatan Soal HOTS MIPA


“Kami juga tidak sembarangan menjual di mana saja, harus jauh dari tempat ibadah dan jangkauan anak-anak,” ucap Tutum.

Dia pun menyayangkan aturan ini tiba-tiba dikeluarkan tanpa ada sosialisasi kepada dunia usaha dan tentu akan menambah beban kepada industri.

Dia berharap Gubernur DKI Jakarta dapat mencabut aturan tersebut agar tidak menjadi sentimen buruk bagi industri dan tidak menjadi diskriminasi.

Baca juga: Selain Pengendara Motor yang Merokok, Berikut Sasaran Operasi Patuh Jaya 2021


Ketua Departemen Minimarket Asosiasi Peritel Indonesia (APRINDO) Gunawan Baskoro mengatakan seruan gubernur ini dapat menekan kinerja ritel secara keseluruhan.

Menurut Gunawan, aturan dari pemerintah pusat dan daerah sudah sangat ketat bagi produk rokok dari hulu hingga hilir industri.

“Kami sudah tunaikan semua kewajiban, bukannya didukung malah makin ditekan. Kondisi ritel nasional juga belum menunjukkan tren pemulihan,” kata dia.

Baca juga: Kendalikan Penularan Covid-19, Indonesia Kembali Perpanjang PPKM Hingga 4 Oktober

Editor: Nadzim Asy'ari

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot